Jangan simpan kebencian di dada,... aku hanya ingin hidup di jalan-Mu dan mati dalam keadaan lurus... itu saja

negeriads.com

Selasa, 29 Juni 2010

Mau dibawa kemana...Mobil ini

Tetap Semangat...

Dalam perjalanan berangkat kerja saya tiba-tiba teringat akan pesan teman....

apakah ini pilihanmu untuk menjadi PNS .. waktu itu... saya jawab iya kemudian saya disuruh berpikir lagi ...apakah sya tidak tertarik dengan tawaran beliau untuk masuk di perusahaan yang cukup ternama di Jakarta...ya PT krakatau Steel...tentunya dengan iming2 gaji yang jauhh lebih tinggi dari apa yang sya dapat waktu itu...saya lalu bertany mengapa engkau menawariku bekerja di perusahaan sedangkan aku sudah bekerja sebagai PNS...kemudian dia menjawab...iya karena di instansi pemerintah itu lebih perusahaan daripada perusahaan (tentunya tidak semua) itu sendiri dan itu yang akan lebih parah dalam implementasinya...kalau diibaratkan tentunya STPDN atau BPLP itu lebih militer dibandingkan di AKABRI nya....sehingga akan membuat aturan yng lebih "keras" apa kamu siap dengan cara cara seperti itu....harus ABS asal bapak senang...harus pandai bernyayi lips song istilahnya dan yang lebih parah lagi adalah adalah dimana tempat kamu berada pastinya akan dipenuhi dengan tukang kompor, tukang jilat dan makelar kambing ( hitam)...Nhah aku segera menjawab aku belum pernah menemui apa yang kau katakan itu meskipun kalo boleh jujur ada memang potensi ke sana....tapi rasanya tidak separah itulah...aku meyakinkan diriku dan menghibur diriku sembari terus menanmkan dalam diriku akan pesan dari Bpk Rusman yang akan selalu ku ingat bahwa kantor adalah organisasi non profit bukan perusahaan jadi apapun yang berlabel kantor baik inventaris dan penunjangnya adlah bukan milik pribadi dan beliau juga bilang dengan kalimat yang khas bahwa " Yakinlah apa yang anda lakukan akan sebanding dengan kompensasi yang akan anda dapatkan". kembali ke cerita dan aku pun akhirnya menolak tawaran teman tersebut ....sementara otakku berpikir jika bukan suatu perusahaan apa dan bagaimana mangemen yng tepat untuk mengelola organisasi seperti ini ternyata ini adalah pertanyyan yang teramat berat dan susah di jawab oleh siapapun yang aku tanyakan....hingga sekarang....semuanya berpikir bahkan seorang magister managemen pun tidak serta merta menjawqab pertanyaan ini oleh karena sangat berbau kepentingan katanya dan harus melihat banyak sudut wah ini yang akan berakhir sakit ...pikirku ya karena kalau sudah bicara sudut tentunya identik dengan pojok hanya satu golongan yang merasa nyaman berada dipojok yakni golongan orang yang berbuat mesum dan curang he.....he....
ya tiba tiba aku nyletuk begitu saja bagaimna kalo filososfi oerganisasi kita ibaratkan satu satuan sinergi sebuah mobil yang tentunya dalah model sebuah organisasi yang kompleks dari proses pembuatannya proses berjalaanya dan juga proses perawatannya....secara parsial sebuah mobil tentu umumnya terdiri atas roda depan dan roda belakang dimana masih bisa ditambahkan jumlahnya untuk roda belakang sesuai kebutuhan...roda depan tentunya memiliki peran yang sangat penting dan dominan karena sebagai panutan roda2 dibelakangnya kekiri atau ke kanan atau lurus saja...namun harus juga dipahami bahwa tanpa roda belakang tentunya jalan sebuah mobil akan tersendat bahkan akan menjadi keniscayaan...
disinilah tentunya ada koordinasi gerak yang sinkron tidak akan mungkin akan berjalan ke depan jika roda yang depan maju sedangkan roda yang belakang mundur atau sebaliknya... dan ada satufilosofi lagi bahwa kecepatan yang dihasilkan oleh mesin tentunya adalah kecepatan rata2 dimana secara umum baik roda depan maupun roda belakang dengan kecepetan dan percepatan tertentu akan mengalami atau menikmati putaran yang sama atau sebanding atau seimbang....inilah yang mestinya menjadi dasar penerimaan atau outcome yang ahrusnya bisa dinikmati oleh semuanya sebagai pelaku...juga harus dipahami semuanya adalah pelaku dalam sebuah bahtera untuk satu tujuan yang tentunya mempunyai peran yang berbeda namun mempunyai kontribusi yang sebanding....

Mengapa kita tidak berani melihat suatu hal secara jujur? Karena kita takut dikatakan “beda”. Seperti halnya orang-orang di negeri antah-berantah, mereka ingin disebut “yang bijaksana” dan atau “yang jujur” karena itu mereka takut mengatakan hal yang sebenarnya untuk bijak dan jujur.
Hanya kanak-kanaklah yang benar-benar jujur dan tidak berambisi dipuja-puji yang dapat mengatakan hal yang sebenarnya. Kalau kita sadar, di dunia ini banyak hal yang kita tahu sebagai fakta sebenarnya adalah sebuah kesepakatan. Tidak jarang kita terpaksa ikut-ikutan menerima sebuah kesepakatan entah karena kita berada pada posisi minoritas, entah kita sendiri tidak memiliki sanubari yang benar-benar bersih untuk melihat sebuah kebenaran.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

OK kalo begitu