Lupakan bayang kelabu dan mantapkan hati
tuk melangkah …menuju kebenaaran …
tinggalkanlah kemunafikan …kecintaan harta
dunia hanya sementara jaangan pernah menyerah
menghadapi para pesilat lidah…tukang fitnah dan
makelar kambing …khususnya kambing hitam…
pengkhianatan adalah lagu merdu dalam sebuah komunitas
kemunafikan…
lagu lama mestinya kembali dinyayikan
jika itu bisa mencerahkan hatimu…
jika sudah menjadi keputusanmu maka bersegeralah…
dan lalu bertawakkal…maka tidak ada lagi yang perlu engkau janjikan
namun bukti yang harus engkau tampilkan maka kecintaan akan
sesuatu yakni perhiasan di muka bumi ini hanya semu
Mereka menyangka akan hidup terus dan akan terus dalam kesenangan dalam kemunafikan…padahal semua itu semu dan akan segera lenyap dalam pandangan mata …
Masih adakah harapan untuk menentukan asa dalam kehidupaan ini setelah semua yang kau lakukan engkau meresa telah banyak berbuat dan
dalam penderitaan yang teramat berat…
Sekiranya ditimpakan gunung akan runtuh ditimpakan
pada lautan akan kering dan pada bumi akan terbelah…
Aku rindu menikmati udara segar dipagi hari di dusun
di mana sejauh mata memandang hamparan sawah dan
grumbulan rumput yang menghijau dengan aneka burung ayam dan hewan-hewan yang terbebas dari belenggu….betapa nikmatnya hidup ini…jauh dari kemunafikan…

Bencilah apa yang layak kau benci namun jangan kau benci kebenaran…karena kemanapun kau melangkah akan tetap membayangimu dan kau akan menjadi orang yng terlilit hutang dan terbelenggu dahi hingga kakimu…
Mereka yang tidak berdaya biaarkanlah menikmati ketakberdayaan dan jika engkau memaksanya maka hanya akan menaambah luka …maka lewatkan saja apa yang tak dapat engkau kendalikan cintamu hanya untuk kebenaran dan orang-orang yang membenarkan kebenaran…dan jangan pernah menyerah atau tidak akan pernah lagi kisah ini akan diakhiri…
Ya tetap bersabar dan kuat dalam menerima kehendaknya
BalasHapusItu mah penyakit akut yang susah disembuhkan ibarat saakit tuh dah kronnis ya 'kemunafikan'
BalasHapus